Fish

Selasa, 25 Januari 2011

Contoh Renstra

RENSTRA

SEKOLAH SELALU SENANG

2010-2015

Jl. Kenthos 1971 Bogor

A. PENGANTAR

Rencana Strategis ini merupakan rencana pengembangan Sekolah Selalu Senang Bogor untuk periode 2010-2015. Rencana Strategis ini dibangun berdasarkan visi sekolah yang merupakan kristalisasi cita-cita dan komitmen bersama tentang kondisi ideal masa depan yang ingin dicapai dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki, permasalahan yang dihadapi dan berbagai kecenderungan (perubahan lingkungan) yang sedang dan akan berlangsung. Berdasarkan visi , selanjutnya dirumuskan berbagai tujuan dan sasaran yang akan dicapai lima tahun kedepan. Berdasarkan tujuan dan sasaran tersebut, selanjutnya dirumuskan skenario untuk mencapainnya. Skenario yang dimaksud meliputi strategi dan program pengembangan yang perlu ditempuh, beserta indikator-indikator keberhasilannya.

B. GAMBARAN UMUM

Titik berat Perencanaan Strategi pengembangan Sekolah ini adalah aspek-aspek strategis dalam penyelenggaraan dan pengembangan Sekolah. Aspek-aspek strategis yang dimaksud meliputi (1) kinerja penyelenggaraan pendidikan, (2) kinerja penyelenggaraan dan pengabdian kepada masyarakat, (3) kinerja manajemen Sekolah yang meliputi bidang manajemen sumberdaya insani, keuangan, sumberdaya fisik, pengembangan Sekolah, administrasi akademik, pengembangan perpustakaan, dan teknologi informasi, (4) budaya organisasi dan iklim akademik, dan (5) jaringan kerjasama (networking). Yang perlu mendapatkan penekanan adalah bahwa aspek-aspek tersebut bukanlah sesuatu yang saling terpisah tetapi merupakan suaatu kesatuan yang saling terkait.

Penyusunan Rencana Strategis ini dimaksudkan sebagai pedoman untuk penyelenggaraan dan pengembangan sekolah 5 (lima) tahun ke depan. Rencana Strategis ini bukanlah merupakan pedoman yang statis, melainkan dinamis. Artinya, rencana tersebut dapat ditinjau ulang secara periodik, setiap setahun sekali. Peninjauan rencana juga dapat dilakukan sesuai dengan perubahan-perubahan penting yang diperkirakan berpengaruh secara signifikan terhadap penyelenggaraan dan pengembangan sekolah.

Namun demikian, rencana strategis ini tidak berarti sekedar sebuah dokumen, apalagi sekedar untuk memenuhi kepentingan sangat praktis, semacam kelengkapan administratif untuk akreditasi. Rencana Strategis in disusun berdasarkan kesadaran, kehendak, kebutuhan bersama untuk dijadikan sebuah pedoman bagi penyelenggaraan dan pengembangan sekolah, agar setiap keputusan yang diambil dan setiap langkah yang ditempuh oleh setiap elemen pada setiap level merupakan bagian dari upaya untuk menuju tujuan bersama yang sudah ditetapkan. Sebagai pedoman penyelenggaraan dan pengembangan sekolah, Rencana Strategis ini harus menjadi komitmen bersama seluruh elemen penyelenggara sekolah. Oleh karena itu, dokumen ini perlu disyahkan oleh ketua yayasan yang merupakan representasi dari unsur-unsur penyelenggaraan sekolah.

Sebagai pedoman penyelenggaraan dan pengembangan sekolah, Rencana Strategis ini perlu dijabarkan dalam berbagai dokumen perencanaan yang lebih operasional. Dokumen perencanaan opersasional yang dimaksud adalah Rencana Strategis ditingkat unit, Rencana Tindakan (Action Plan) per bidang, dan berbagai peraturan penyelenggaraan sekolah.

C. TAHAPAN PERENCANAAN STRATEGIS

Tahap 1

Profil Layanan

Sekolah Selalu Senang berdiri di lahan seluas 15 hektare yang beralamat di jalan Kenthos 1971 Bogor. No Telp 0251. 19711971.Fax 0251 . 1971.1972

Berdiri Tahun 1971 oleh Yayasan Sedih Hati

Keberhasilan Program Sebelumnya

Sekolah selalu senang dibawah naungan yayasan Sedih Hati telah dapat mengembangkan iptek secara skala dunia dan dapat bersaing lulusanya di tingkat dunia, begitu pula para staf pengajarnya mempunyai kompetensi S1,S2 dan S3. Telah mengembangkan program model ajar yang aktif menyenanagkan, menciptakan modul ajar yang dipakai skala nasional dan tahun 2008 telah terbagun beberapa fasilitas pengajaran dan lab serta sarana pendidikan jasmani yang modern.

Isu-Isu Strategis

Memasuki millenium ketiga sekarang ini, penyelenggaraan pendidikan tingkat nasional sedang dan akan menghadapi sejumlah permasalahan. Di antara permasalahan-permasalahan tersebut adalah gejala semakin menguatnya arus globalisasi, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan perubahan arah kebijakan pendidikan.

Millenium ketiga merupakan era globalisasi dan informasi. Dalam kaitannya dengan globalisasi, Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut menyetujui dan terlibat aktif dalam berbagai kesepakatan perdagangan global, seperti WTO, GATT, APEC dan sebagainya. Dalam era globalisasi dan informasi, hampir semua faktor produksi,seperti uang, teknologi, jasa, pabrik dan peralatan dapat bergerak melintasi tapal batas negara tanpa kesulitan berarti. Dunia terasa menjadi semakin sempit, jarak terasa semakin dekat, waktu terasa berjalan semakin cepat, dan mobilitas orang dan barang semakin tinggi. Kondisi tersebut akan mempunyai implikasi langsung terhadap penyelenggaraan pendidikan nasional. Implikasi-implikasi yang dimaksud adalah: Pertama, tenaga kerja terdidik dari luar negeri yang masuk ke Indonesia akan semakin besar, sehingga persaingan dunia kerja bagi semakin ketat. Kedua, sekolah luar negeri akan semakin mudah menyelenggarakan pendidikan di Indonesia, sehingga calon siswa mempunyai peluang yang tinggi untuk memilih sekolah yang berkualitas. Hal demikian berarti bahwa persaingan antar sekolah untuk menarik siswa akan semakin ketat. Persaingan tersebut tidak hanya meyangkut output, melainkan juga biaya penyelenggaraan sekolah dan kinerja penyelenggaraan sekolah, baik yang terkait dengan sumberdaya manusia, fasilitas maupun manajemen.

Isu lain yang perlu mendapatkan perhatian dalam penyusuanan Rencana Strategis adalah implementasi otonomi pendidikan. Pemberlakuan otonomi sekolah mempunyai implikasi-implikasi sebagai berikut: (1) pengurangan subsidi pemerintah terhadap sekolah, (2) strategi yang ditempuh oleh sekolah dalam menggali sumber dana lain di luar subsidi pemerintah, dan (3) strategi yang ditempuh oleh sekolah negeri dan swasta terutama dalam menjaring calon siswa.

Dalam kaitannya dengan implementasi otonomi pendidikan, sekolah negeri bagaimanapun berada dalam posisi lebih diuntungkan daripada sekolah swasta, karena dua alasan. Pertama, pemerintah masih memberikan subsidi yang berupa gaji pegawai negeri, sehingga sekolah negeri tidak perlu susah-susah mencari dana untuk menggaji karyawan. Kedua, rata-rata sekolah negeri telah memiliki SDM yang lebih baik daripada rata-rata swasta, terutama dalam aspek jabatan akademik guru, meskipun dalam hal kewirausahaan (entrepreneurship) rata-rata swasta secara relatif telah memiliki pengalaman lebih baik daripada rata-rata negeri.

Dalam kaitannya dengan strategi yang ditempuh oleh sekolah lain dalam mengimplementasikan otonomi pendidikan , terdapat kecenderungan bahwa sebagian besar sekolah, terutama negeri, akan menambah daya tampung mereka agar lebih banyak calon siswa yang diterima di sekolah yang bersangkutan. Kecenderungan penggunaan strategi ini mulai terlihat secara signifikan sejak tahun akademik 2007, 2008, dan 2009, ketika berbagai sekolah negeri, sekurang-kurangnya di Jawa Barat dan Jawa Tengah, meningkatkan daya tampung mereka, dan strategi tersebut berkonsekuensi logis pada menurunnya jumlah pendaftar pada sebagian besar swasta se Jawa Barat dan Jateng pada tiga tahun terakhir. Strategi ini cenderung ditempuh karena berkaitan dengan upaya negeri untuk dapat mandiri, baik dalam pengalian maupun pengelolaan dana, sehingga negeri tidak lagi banyak tergantung pada kemampuan pembiayaan pemerintah, terutama pada pembiayaan operasional penyelenggaraan pendidikan dan pemeliharaan berbagai fasilitas pembelajaran. Diantara upaya-upaya yang dilakukan negeri untuk meningkatkan daya tampung tersebut adalah menyelenggarakan kelas paralel, dan membuka program ekstensi bahkan program ekstensi. Peningkatan daya tampung ini berkaitan erat dengan jumlah dana yang bisa diperoleh dari calon siswa. Konsekuensinya adalah bahwa jumlah spill-over (limpahan) calon siswa dari negeri yang selama ini menjadi konsumen utama swasta menjadi semakin kecil, sehingga perolehan calon siswa swasta juga semakin kecil dan keberlangsungan swasta daat menjadi terancam.

Dalam kaitannya dengan strategi yang ditempuh oleh sekolah negeri dan swasta dalam memenangkan persaingan antar sekolah terutama dalam menjaring calon siswa, terdapat kecenderungan bahwa masing-masing sekolah akan bersikap proaktif, terutama dalam membangun berbagai jaringan (networking) dengan berbagai intitusi untuk berbagai keperluan, baik pendidikan, penelitian maupun pengabdian pada masyarakat. Konsekuensinya adalah bila sekolah tidak siap dengan langkah-langkah serupa, maka dapat diperkirakan bahwa swasta akan selalu tertinggal di belakang dan tidak mampu mengakses berbagai resources yang ada di berbagai institusi.

Kondisi Sekolah Selalu Senang

Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian di dalam perumusan Rencana Strategis adalah kondisi internal institusi sendiri, baik dalam kaitannya dengan kekuatan dan kelemahan maupun langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan. Oleh karena itu, Sekolah Selalu Senang perlu mengidentifikasi secara lebih cermat dan jujur kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan tersebut serta dapat merumuskan strategi yang tepat untuk mengoptimalisasikan kekuatan dan meminimalisasikan kelemahan tersebut.

Di antara kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh Sekolah Selalu Senang Bogor saat ini adalah sebagai berikut: (1) lokasi Sekolah yang cukup strategis dan memiliki peluang pengembangan ke depan, (2) memiliki kesadaran untuk mengantisipasi perkembangan dan erubahan kedepan, (3) secara bertahap bersedia melangkah menuju profesionalisme melalui bentuk-bentuk evalusai diri, (4) memiliki kemampuan yang relatif baik dalam kerja tim (team-working), dan (5) memiliki pengalaman dalam mengelola sumberdaya secara mandiri. Sementara di antara kelemahan-kelemahannya adalah: (1) pengembangan Sekolah belum terpadu dan memperhitungkan berbagai aspek, baik yang bersifat ideologis, akademik, manajerial, estetik, maupun ekologis, (2) perhitungan terhadap berbagai perkembangan masa depan belum didasarkan atas informasi atau data-data yang konkret dan akurat, (3) aspek-aspek kinerja baik yang terkait dengan proses pembelajaran (guru, kurikulum, metode, output, dll.) dan yang terkait dengan manajemen (finansial, sarana-prasarana) masih memerlukan banyak perhatian, (4) kualitas guru secara individual masih rendah, dan (5) belum banyak memanfaatkan sumber-sumber lain diluar dana yang diperoleh dari mahasiswa, melalui berbagai jaringan kerjasama (networking).

Arah Pengembangan

Barkaitan dengan permasalahan-permasalahan tersebut maka eksistensi dan keberlanjutan Sekolah Selalu Senang tergantung pada kemapuan-kemampuan sebagai berikut. Pertama, kemapuan untuk menigkatkan kompetensi siswa secara terus menerus sehingga memiliki daya saing yang tinggi, Kedua, kemampuan untuk mengembangkan berbagai ragam keilmuan secara berkelanjutan. Dalam hal ini, Sekolah Selalu Senang sebagai pengelola ilmu harus mampu menghasilkan berbagai output keilmuan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Berkaitan degan hal tersebut maka paradigma pengelolaan sekolah perlu bergeser dari pengelolaan yang berorientasi pada persediaan (supply driven). Ketiga, kemapuan membangun manajemen sekolah yang efisien, efektif, akuntabel, dan transparan dalam rangka membangun School governance. Keempat, kemampuan untuk membangun kultur taqwa’ secara terus menerus dalam rangka kultur akademik yang kokoh. Kelima, kemampuan meningkatkan eksistensi warga sekolah secara berkelanjutan. Keenam, kemampuan meningkatkan modal sumberdaya insani secara berkelanjutan. Dan ketujuh, kemampuan Sekolah Selalu Senang untuk membangun jaringan dengan berbagai intitusi baik untuk kepentingan-kepentingan pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat maupun untuk kepentingan penggalian dana (fund-raising).

Upaya-upaya tersebut perlu dilakukan secara simultan, karena kemampuan-kemampuan tersebut pada dasarnya saling terkait dan merupakan kesatuan yang utuh.

Tahap II

VISI, DAN MISI

Visi dan Misi

Sekolah pada hakekatnya merupakan lembaga yang berfungsi untuk melestarikan, mengembangkan, menyebarluaskan, dan menggali ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Selain itu sekolah juga berfungsi mengembangkan kualitas sumberdaya manusia dan menghasilkan jasa-jasa. Dalam era globalisasi, informasi, dan interpedensi sebagaimana yang telah, sedang, dan akan berlangsung, peran sekolah menjadi semakin penting. Dalam era tersebut keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kekayaan sumberdaya alam yang dimilikinya, tetapi lebih ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia, penguasaan informasi, serta penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Berkaitan dengan persoalan di atas, eksistensi Sekolah Selalu Senang Bogor kedepan ditentukan oleh kemampuannya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut, Sekolah Selalu Senang perlu secara terus-menerus mempertinggi daya saing dan daya juang guna mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan.berdasarkan landasan filosofi dan pemikiran di atas Sekolah Selalu Senang Bogor merumuskan visi, misi dan tujuan penyelenggaraan dan pengembangan sebagai berikut.

1. Visi

“Sebagai pusat unggulan (center of excellence) dalam pengembangan ipteks dan sumberdaya manusia berdasarkan nilai-nilai keBhinekaan dan tuntutan zaman serta memberi arah pada perubahan”.

2. Misi

Memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berdasarkan nilai-nilai keBhinekaan dan memenuhi tuntutan zaman dalam rangka membangun masyarakat Indonesia sebagai masyarakat utama.

Mengembangkan sumberdaya manusia berdasarkan nilai-nilai keislaman dan memenuhi tuntutan zaman serta memberi arah perubahan dalam rangka membangun masyarakat Indonesia sebagai masyarakat utama.

Pokok-pokok pikiran tentang visi dan misi di atas dapat dijabarkan sebagai berikut.

(1) Pusat Unggulan

Pengertian sebagai pusat unggulan adalah bahwa keberadaan dan produk yang dihasilkan Sekolah Selalu Senang Bogor diakui, dibutuhkan dan dijadikan sebagai alternatif utama oleh masyarakat, baik tingkat lokal, nasional, regional, maupun internasional.

(2) Pengembangan ipteks berdasarkan nilai-nilai keBhinekaan dan tuntutan zaman serta memberi arah pada perubahan

Pengertian pengembangan ipteks berdasarkan nilai-nilai keBhinekaan dan tuntutan zaman serta memberi arah pada perubahan adalah upaya Sekolah Selalu Senang untuk mengembangkan ipteks didasarkan (kesadaran tentang kesatuan antara pengetahuan dan nilai), ‘ilmu (rasional-transendal, objektif, kritis, inovatif, kreatif, terbuka), amanah (kejujuran), berorientasi pada ‘adala(kesejahteraan manusia), khalifah (ketinggian kodrat dan martabat manusia), istishlah (kesejahteraan alam semesta) dalam rangka ‘ibadah (pengabdian manusia pada Tuhan).

(3) Pengembangan sumberdaya manusia berdasarkan nilai-nilai keBhinekaan dan tuntutan zaman serta memberi arah pada perubahan

3. Merumuskan Tata Nilai

Sebagai bagian dari usaha, Sekolah selalu Senang Bogor bertekad menjadikan “Wacana Keilmuan dan KeBhinekaan” sebagai Tata Nilai penyelenggaraan dan pengembangan institusi pendidikan. Penyelenggaraan dan pengembangan Sekolah Selalu senang Bogor berusaha mengintegrasikan antara nilai-nilai keilmuan keBhinekaan serhingga mampu menumbuhkan kepribadian yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, yang dijiwai oleh nilai-nilai keBhinekaan.

TAHAP III

TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN

PRIORITAS PROGRAM

A. KUALITAS AKADEMIK LULUSAN

1. Dasar Pemikiran

Salah satu tolak ukur kualitas pendidikan adalah daya saing lulusannya . Untuk dapat menghasilkan lulusan yang bermutu, sekurang-kurangnya di tingkat lokal, Sekolah Selalu Senang harus mampu menghasilkan lulusan dengan standar kualifikasi nasional regional.

2. Merumuskan Tujuan

Melaksanakan program pendidikansekolah dasar, sekolah menengah , sekolah menengah atas dan kejuruan yang meghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di tingkat nasional dan regional dan dunia.

3. Sasaran

a. Pendidikan Dasar

1) Terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan profesional.

2) Dihasilkannya lulusan yang memiliki standar kulalifikasi tingkat regional Dunia.

b. Pendidikan Menengah

1) Terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan profesional.

2) Dihasilkannya lulusan yang sesuai dengan kebutuhan lembaga-lembaga pendidikan tingkat nasional dan internasional.

3) Dihasilkannya lulusan yang memiliki kemampuan untuk menulis dan menyajikan gagasan.

b. Pendidikan Menengah Atas dan Kejuruan

1) Terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan profesional.

2) Dihasilkannya lulusan yang sesuai dengan kebutuhan lembaga-lembaga pendidikan dan penelitian, pemerintahan, industri dan instansi-instansi non pemerintah di tingkat nasional dan internasional.

3) Dihasilkannya lulusan yang mampu mentransformasikan keilmuan dan keahlian dalam dunia kerja.

4) Dihasilkannya lulusan yang memiliki kemampuan untuk menulis dan menyajikan gagasan secara sistematik.

4. Strategi dan Kebijakan

a. Meningkatkan kualitas rekruitmen guru dan siswa.

b. Meninkatkan kompetensi akademik guru

c. Meningkatkan kemampuan guru dalam metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menarik.

d. Memperbarui kurikulum yang menunjang kompetensi lulusan dan relevansi

e. Meningkatkan kualitas lulusan.

TAHAP IV

Merumuskan Program dan Indikator Kinerja

Prioritas Program Strategi Rekruitmen Guru

Standarisasi sistem rekruitmen guru, yang meliputi: penyusunan formasi kebutuhan, mekanisme rekruitmen, penetapan standar kualifikasi input (standar kualitas minimal), standarisasi intrumen rekruitmen (sesuai dengan formasi kebutuhan), dan standarisasi kualifikasi tim seleksi.

Indikator Kinerja Program Rekruitment Guru

Adanya standar sistem rekruitmen Guru yang akuntabel .

Prioritas Program Peningkatan Kompetensi Akademik Guru

1) Meningkatkan jumlah guru untuk studi lanjut (S1,S2&S3), mengikuti kursus-kursus profesional dan kursus bahasa inggris, serta mengikuti pelatihan-pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan.

2) Melaksanakan monotoring dan pembinaan Guru yang mengkuti studi lanjut (S2) melalui mekanisme insentif dan disintensif.

3) Menjalin networking untuk menciptakan peluang-peluang komunikasi akademik melalui bentuk-bentuk short-course, seminar internasional, dan fellowship.

4) Memantapkan spesialisasi bidang keahlian dosen.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kompetensi Akademik Guru

1) Jumlah Guru tetap yang lulus S2 pada tahun 2009 sebanyak 50 orang (10 orang pertahun).

2) Jumlah Guru tetap yang mengikuti pendidikan program S3 per tahun sejumlah 2 orang.

3) Jumlah Guru yang mengikuti short-course, seminar internasional, dan fellowship meningkat.

4) Meningkatkan jumlah karya ilmiah Guru (buku ajar, artikel publikasi di jurnal terakreditasi) sesuai dengan bidang keahlian guru.

Prioritas Program Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran

1) Meningkatkan jumlah Guru untuk mengikuti berbagai kursus pembelajaran secara berjenjang dan berkelanjutan untuk menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.

2) Meningkatkan sarana-prasarana pembelajaran yang menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.

3) Mendorong Guru untuk menyusun bahan ajar.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran

1) Jumlah Guru tetap yang sudah mengikuti kursus metode pembelajaran tingkat dasar pada tahun 2009 sebanyak 10 orang (kurang lebih 15 orang pertahun ditambah Guru yang telah mengikuti kursus pembelajaran tingkat dasar saat ini sebanyak 60 orang).

2) Jumlah Guru tetap yang sudah mengikuti kursus metode pembelajaran tingkat dasar pada tahun 2009 sebanyak 100 orang (kurang lebih 20 orang pertahun ditambah guru yang telah mengikuti kursus pembelajaran tingkat lanjut pada saat ini sebanyak kurang lebih 60 orang).

3) Semua ruang belajar pada tahun 2009 telah dilengkapi dengan LCD.

4) Semua tingkat pada tahun 2009 telah dilengkapi dengan LCD dan Laptop.

5) Tersedianya Satuan Materi Sajian setiap mata pelajaran untuk setiap tatap muka yang disusun oleh pengajar masing-masing.

Prioritas Program Pembaharuan Kurikulum

1) Melakukan kompilasi ipteks yang mutakhir.

2) Meng-update kurikulum secara periodik.

Indikator Kinerja Program Pembaharuan Kurikulum

1) Tersedianya data hasil tracing study untuk setiap tingkat.

2) Tersedianya kompilasi ipteks yang mutakhir.

3) Terdokumentasikannya perkembangan kurikulum dari waktu ke waktu.

Prioritas Program Peningkatan Kualitas Lulusan

1) Mengikutsertakan siswa dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian, jurnalistik, seminar dan berbagai lomba karya ilmiah.

2) Menyusun desain pembelajaran yang mendorong siswa menulis dan menyajikan gagasan secara sistematik.

3) Menetapkan standar kompetensi lulusan pada tingkat nasional dan internasional.

4) Melembagakan kegiatan lomba karya ilmiah, karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram dan terintegrasi dengan pembelajaran.

5) Menetapkan standar kualifikasi profesi tingkat regiomal.

6) Membangun unit organisasi yang menangani penempatan siswa kejuruan dan peningkatan ketrampilan kewirausahaan.

7) Menyelenggarakan program magang bagi siswa.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kualitas Lulusan

1) Jumlah siswa yang terlibat di dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian, jurnalistik, seminar, dan lomba karya ilmiah meningkat.

2) Jumlah siswa yang menulis dan menyajikan gagasan/karya secara sistematik meningkat.

3) Tersedianya standar kompetensi lulusan pada tingkat nasional dan internasional.

4) Terlembagakannya kegiatan lomba karya ilmiah, karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram.

5) Tersedia dan diterapkannya standart kualifikasi profesi tingakat regional.

6) Terbentuk dan berfungsinya unit organisasi yang menangani penempatan kerja dan peningkatan ketrampilan kewirausahaan bagi kejuruan.

7) Terselenggarakannya program magang bagi siswa kejuruan.

PROGRAM KEGIATAN

No

Sasaran

Kode

Program Kegiatan

Pelaksanaan program kegiatan

Ket

Indikator

2011

2012

2013

2014

2015

1

Standarisasi sistem rekruitmen guru, yang meliputi: penyusunan formasi kebutuhan, mekanisme rekruitmen, penetapan standar kualifikasi input (standar kualitas minimal), standarisasi intrumen rekruitmen (sesuai dengan formasi kebutuhan), dan standarisasi kualifikasi tim seleksi.

SKG

Prioritas Program Strategi Rekruitmen Guru

Adanya standar sistem rekruitmen Guru yang akuntabel .

2

1).Meningkatkan jumlah guru untuk studi lanjut (S1,S2&S3),mengikuti kursus-kursus profesional dan kursus bahasa inggris, serta mengikuti pelatihan-pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan.

2).Melaksanakan monotoring dan pembinaan Guru yang mengkuti studi lanjut (S2) melalui mekanisme insentif dan disintensif.

3).Menjalin networking untuk menciptakan peluang-peluang komunikasi akademik melalui bentuk-bentuk short-course, seminar internasional, dan fellowship.

4).Memantapkan spesialisasi bidang keahlian dosen.

SKA

Program Peningkatan Kompetensi Akademik Guru

1).Jumlah Guru tetap yang lulus S2 pada tahun 2009 sebanyak 50 orang (10 orang pertahun).

2).Jumlah Guru tetap yang mengikuti pendidikan program S3 per tahun sejumlah 2 orang.

3).Jumlah Guru yang mengikuti short-course, seminar internasional, dan fellowship meningkat.

4).Meningkatkan jumlah karya ilmiah Guru (buku ajar, artikel publikasi di jurnal terakreditasi) sesuai dengan bidang keahlian guru.

3

1).Meningkatkan jumlah Guru untuk mengikuti berbagai kursus pembelajaran secara berjenjang dan berkelanjutan untuk menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.

2)Meningkatkan sarana-prasarana pembelajaran yang menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.

3)Mendorong Guru untuk menyusun bahan ajar.

MP

Program Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran

1).Jumlah Guru tetap yang sudah mengikuti kursus metode pembelajaran tingkat dasar pada tahun 2009 sebanyak 10 orang (kurang lebih 15 orang pertahun ditambah Guru yang telah mengikuti kursus pembelajaran tingkat dasar saat ini sebanyak 60 orang).

2).Jumlah Guru tetap yang sudah mengikuti kursus metode pembelajaran tingkat dasar pada tahun 2009 sebanyak 100 orang (kurang lebih 20 orang pertahun ditambah guru yang telah mengikuti kursus pembelajaran tingkat lanjut pada saat ini sebanyak kurang lebih 60 orang).

3).Semua ruang belajar pada tahun 2009 telah dilengkapi dengan LCD.

4)Semua tingkat pada tahun 2009 telah dilengkapi dengan LCD dan Laptop.

5)Tersedianya Satuan Materi Sajian setiap mata pelajaran untuk setiap tatap muka yang disusun oleh pengajar masing-masing.

4

1)Tersedianya data hasil tracing study untuk setiap tingkat.

2)Tersedianya kompilasi ipteks yang mutakhir.

3)Terdokumentasikannya perkembangan kurikulum dari waktu ke waktu.

PK

Pembaharuan Kurikulum

1)Tersedianya data hasil tracing study untuk setiap tingkat.

2)Tersedianya kompilasi ipteks yang mutakhir.

3)Terdokumentasikannya perkembangan kurikulum dari waktu ke waktu

5

1)Mengikutsertakan siswa dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian, jurnalistik, seminar dan berbagai lomba karya ilmiah.

2)Menyusun desain pembelajaran yang mendorong siswa menulis dan menyajikan gagasan secara sistematik.

3)Menetapkan standar kompetensi lulusan pada tingkat nasional dan internasional.

3)Melembagakan kegiatan lomba karya ilmiah, karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram dan terintegrasi dengan pembelajaran.

4)Menetapkan standar kualifikasi profesi tingkat regiomal.

5)Membangun unit organisasi yang menangani penempatan siswa kejuruan dan peningkatan ketrampilan kewirausahaan.

6)Menyelenggarakan program magang bagi siswa.

KL

Peningkatan Kualitas Lulusan

1)Jumlah siswa yang terlibat di dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian, jurnalistik, seminar, dan lomba karya ilmiah meningkat.

2)Jumlah siswa yang menulis dan menyajikan gagasan/karya secara sistematik meningkat.

3)Tersedianya standar kompetensi lulusan pada tingkat nasional dan internasional.

4)Terlembagakannya kegiatan lomba karya ilmiah, karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram.

5)Tersedia dan diterapkannya standart kualifikasi profesi tingakat regional.

6)Terbentuk dan berfungsinya unit organisasi yang menangani penempatan kerja dan peningkatan ketrampilan kewirausahaan bagi kejuruan.

7)Terselenggarakannya program magang bagi siswa kejuruan.

TAHAP V

RENCANA DAN BIAYA

Hasil perhitungan biaya dari masing masing biaya kegiatan telah diperoleh, selanjutnya untuk menyusun sector strategic Sekolah Selalu Senang yang multi tahun dan multi sumber semua keterrsediaan dana unruk semua tahun periode rencana, rekapitulasi semua tertera dibawah ini

BIDANG

TAHUN : 2011

RENCANA BIAYA

TOTAL SUMBER DANA

SUMBER PENDANAAN

DIKNAS

SEKOLAH

DLL

Rekruitment

25.000.000

15.000.000

10.000.000

15.000.000

Peningkatan Kompetensi Akademik Guru

100.000.000

75.000.000

25.000.000

75.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran

250.000.000

200.000.000

50.000.000

200.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran

75.000.000.

65.000.000

10.000.000

65.000.000

Pembaharuan Kurikulum

85.000.000.

80.000.000.

5.000.000.

80.000.000.

Peningkatan Kualitas Lulusan

50.000.000

45.000.000

5.000.000.

45.000.000

Jumlah

Rp.685.000.000

Rp.475.000.000

Rp.95.000.000.

Rp.475.000.000

BIDANG

TAHUN : 2012

RENCANA BIAYA

TOTAL SUMBER DANA

SUMBER PENDANAAN

DIKNAS

SEKOLAH

DLL

Rekruitment

25.000.000

15.000.000

10.000.000

15.000.000

Peningkatan Kompetensi Akademik Guru

100.000.000

75.000.000

25.000.000

75.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran

250.000.000

200.000.000

50.000.000

200.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran

75.000.000.

65.000.000

10.000.000

65.000.000

Pembaharuan Kurikulum

85.000.000.

80.000.000.

5.000.000.

80.000.000.

Peningkatan Kualitas Lulusan

50.000.000

45.000.000

5.000.000.

45.000.000

Jumlah

Rp.685.000.000

Rp.475.000.000

Rp.95.000.000.

Rp.475.000.000

BIDANG

TAHUN : 2013

RENCANA BIAYA

TOTAL SUMBER DANA

SUMBER PENDANAAN

DIKNAS

SEKOLAH

DLL

Rekruitment

25.000.000

15.000.000

10.000.000

15.000.000

Peningkatan Kompetensi Akademik Guru

100.000.000

75.000.000

25.000.000

75.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran

250.000.000

200.000.000

50.000.000

200.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran

75.000.000.

65.000.000

10.000.000

65.000.000

Pembaharuan Kurikulum

85.000.000.

80.000.000.

5.000.000.

80.000.000.

Peningkatan Kualitas Lulusan

50.000.000

45.000.000

5.000.000.

45.000.000

Jumlah

Rp.685.000.000

Rp.475.000.000

Rp.95.000.000.

Rp.475.000.000

BIDANG

TAHUN : 2014

RENCANA BIAYA

TOTAL SUMBER DANA

SUMBER PENDANAAN

DIKNAS

SEKOLAH

DLL

Rekruitment

25.000.000

15.000.000

10.000.000

15.000.000

Peningkatan Kompetensi Akademik Guru

100.000.000

75.000.000

25.000.000

75.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran

250.000.000

200.000.000

50.000.000

200.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran

75.000.000.

65.000.000

10.000.000

65.000.000

Pembaharuan Kurikulum

85.000.000.

80.000.000.

5.000.000.

80.000.000.

Peningkatan Kualitas Lulusan

50.000.000

45.000.000

5.000.000.

45.000.000

Jumlah

Rp.685.000.000

Rp.475.000.000

Rp.95.000.000.

Rp.475.000.000

BIDANG

TAHUN : 2015

RENCANA BIAYA

TOTAL SUMBER DANA

SUMBER PENDANAAN

DIKNAS

SEKOLAH

DLL

Rekruitment

25.000.000

15.000.000

10.000.000

15.000.000

Peningkatan Kompetensi Akademik Guru

100.000.000

75.000.000

25.000.000

75.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran

250.000.000

200.000.000

50.000.000

200.000.000

Strategi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Metode Pembelajaran

75.000.000.

65.000.000

10.000.000

65.000.000

Pembaharuan Kurikulum

85.000.000.

80.000.000.

5.000.000.

80.000.000.

Peningkatan Kualitas Lulusan

50.000.000

45.000.000

5.000.000.

45.000.000

Jumlah

Rp.685.000.000

Rp.475.000.000

Rp.95.000.000.

Rp.475.000.000

TAHAP VI

RENCANA MONITORING DAN EVALUASI

Ditetapkan di Bogor

Pada Tanggal 10 Desember 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar